Selasa, 22 Februari 2011

Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP)

Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP)

I.       Pengantar
Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) merupakan sistem informasi yang berfungsi untuk mendukung pengembangan pelabuhan perikanan dalam menciptakan kawasan andalan yang strategis, produktif dan cepat tumbuh sebagai sentra produksi dan sentra industri bagi pengembangan ekonomi terpadu.

Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) menginformasikan dinamika kegiatan pelabuhan perikanan seluruh Indonesia kepada stakeholder perikanan dan kelautan melalui media internet melalui situs http://www.pipp.dkp.go.id dengan dukungan data dri masing-masing pelabuhan perikanan yang dikirim secara berkala.

Kelompok informasi yang dikelola oleh Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) terdiri atas :
1.      Informasi untuk kinerja operasional
2.      Informasi untuk kebutuhan evaluasi dan perencanaan
3.      informasi untuk kebutuhan investasi
kelompok tersebut selanjutnya disajikan dalam berbagai format dan akses informasi yang disesuaikan dengan kepentingan kelompok pengguna seperti masyarakat (nelayan), investor dan pemerintah terutama di lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan.

II.            Rancangan Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP)
Dalam rancangan Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) ini dijelaskan mengenai arsitektur informasi yang berisikan kontek pusat informasi dan fungsi-fungsi utama yang ada dalam Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP). System Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) terbagi atas dua bagian yaitu system di pelabuhan perikanan dan system di pusat dengan skema sebagai berikut :
















1.      System Pelabuhan Perikanan
System di pelabuhan perikanan berfungsi sebagai sumber data utama Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP). Keberlangsungan sistem Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) di pelabuhan perikanan sangat menentukan kualitas informasi yang dihasilkan untuk kebutuhan stakekolder perikanan dan kelautan. System pelabuhan perikanan terdiri atas :

a.   Enumerasi Data
Proses enumerasi data merupakan kegiatan utama yang menentukan keberhasilan sistem. Dikenal istilah garbage in – garbage out yan artinya bila dimasukan sampah, maka keluarnyapun akan sampah juga. Enumerasi data di pelabuhan perikanan di bagi atas tiga periode waktu (harian, bulanan dan situasional).

Sumber data berasal dari stakeholder perikanan yang ada di lingkungan pelabuhan perikanan dan atau lingkungan sekitar pelabuhan perikanan bagi berupa data primer (data yang diambil langsung oleh petugas PIPP dari sumber data langsung) maupun data sekunder (data yang diambil dari unit kerja lain/instansi terkait di pelabuhan perikanan).

Cakupan data yang dikelola merupakan data yang secara operasional menjadi tugas dan tanggung jawab UPT pelabuhan perikanan yaitu :
§         Aktifitas kapal di pelabuhan perikanan
§         Produksi dan distribusi ikan di pelabuhan perikanan
§         Penyaluran perbekalan di pelabuhan perikanan
§         Industri di pelabuhan perikanan
§         Pendapatan pelabuhan perikanan
§         Prasarana pelabuhan perikanan
§         Kelambagaan dan tenaga kerja di pelabuhan perikanan
§         Data umum dan lingkungan fisik di pelabuhan perikanan











b.   Aplikasi Data Entry
Data entry PIPP merupakan aplikasi desktop yangdigunakan oleh setiap lokal pelabuhan perikanan/pangkalan pendaratan ikan untuk melakukan entry data. Aplikasi ini menerima sejumlah data dari enumerator yang telah bertugas melakukan pemungutan data langsung ke TPI, dermaga, kapal-kapal perikanan ataupun tempat-tempat lain yang berkaitan dengan aktifitas perikanan tangkap. Data dari enumerator akan dimasukan ke dalam basis data lokal dan kemudian secara berkala akan dikirimkan ke basis data di pusat.
.










2.      System Pusat
Sistem di Pusat berfungsi sebagai manajemen data semua pelabuhan perikanan dan menjadi collaborative portal bagi pengelola di Departemen Kelautan dan Perikanan dan Pelabuhan Perikanan serta menampilkan informasinya ke public melalui situs http://www.pipp.dkp.go.id/. Sistem pusat tersiri dari website PIPP dan intranet (colaborative porta dan back office).

a.   Website PIPP
Website PIPP berfungsi untuk menampilkan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai dalam bnentuk tulisan, tabel, gambar maupun grafik sesuai dengan karakter informasi yang ditampikan yang terbagi atas beberapa menu. Adapun menu yang ditampikan di website PIPP adalah sebagai berikut :
§         Home
Merupakan portal yang memberikan informasi mengenai berita terkini, hasil produksi ikan terbaru, akses pelabuhan perikanan, pencarian, polling, link situs terkait dan agenda

§         Profil Pelabuhan Perikanan
Menampilkan informasi mengenai pelabuhan perikanan, baik berdasarkan kelas pelabuhan perikanan ataupun profil masing-masing pelabuhan perikanan yang mencakup kondisi umum pelabuhan perikanan, kelembagaan, sarana dan prasarana dan data statistik operasional pelabuhan perikanan

§         Kapal dan alat tangkap
Menampilkan informasi mengenai klasifikasi kapal yang ada berdasarkan jenis kapal berikut spesifikasi, operasi, hasil tangkapan dan alat tangkap yang digunakan saat penangkapan ikan dan data operasional kapal di pelabuhan perikanan. Selain itu dapat pula dilihat jenis alat tangkap yang ada, spesifikasi dan alat bantunya berikut dengan jenis ikan hasil tangkapannya dan data operasional alat tangkap di pelabuhan perikanan.

§         Sumberdaya ikan
Menampilkan informasi sumberdaya ikan, daerah penangkapan, a.at tangkap yang digunakan dan tempat pendaratannya serta data operasional penangkapan tiap jenis ikan di pelabuhan perikanan

§         Pemasaran dan investasi
Menampilkan informasi pemasaran perikanan yang mencakup harag ikan yang didaratkan di pelabuhan perikanan dan hasil olahan ikan yang mencakup distribusinya dan juga informasi mengenai penyaluran dan penyerapan perbekalan di pelabuhan perikanan

Menampilkan informasi peluang investasi perikanan, meliputi bidang usaha yang ada di pelabuhan perikanan yang tercakup dalam data jumlah perusahaan di pelabuhan perikanan untuk tiap jenis industri yang ada

§         Operasional pelabuhan perikanan
Menampilkan data-data operasional pelabuhan perikanan, baik penggunaan alat tangkap, produksi ikan, distribusi dan pemasaran, perbekalan, industri maupun kondisi fasilitas pelabuhan perikanan
















b.   Intranet
Intranet PIPP merupakan colaborative portal dan back office bagi pengguna atau admin PIPP, baik yang ada di Departemen Kelautan dan Perikanan maupuan di Pelabuhan Perikanan/Pangkalan Penadaratan Ikan. Informasi atau feature yang ditampilkan disesuaikan dengan otoritas akses yang dimiliki oleh masing-masing pengguna














Sebagai colaborative portal intranet mempunyai faeture email- news, organizer, polling, games, forum, info centre, file manager dan user profile.
Sedangkan sebagai back office, intranet PIPP mempunyai featur manajemen pengguna, maupun situs, manajemen data pusat dan manajemen data pelabuhan perikanan

III.          Konfigurasi Perangkat Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP)
Konfigurasi perangkat PIPP terdiri atas dua perangkat :

Berupa komputer desktop dengan koneksi dial-up internet baik melalui PSTN, GSM, CDMA maupun satelit tergantung kondisi jaringan telekomunikasi di masing-masing pelabuhan perikanan.



2.   Perangkat yang ada di Pusat (server)
§         Berupa komputer server utama yang di pasang di ISP dan server miror (backup) di Departemen Kelautan dan Perikanan
Server utama berfungsi melayani permintaan akses PIPP dalam kondisi normal alias tidak terjadi kerusakan atau gangguan pada server maupun jalur komunikasi. Sedangkan server miror (backup) berfungsi sama dengan server utama, hanya bekerjanya pada konsisi tidak normal alias terjadi kerusakan atau gangguan pada server ataupun jalur komunikasi

Senin, 24 Januari 2011

K3 PELABUHAN PERIKANAN

PPN Pengambengan
Permasalahan :
  • Masih kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan K3 tersebut, sehingga kegiatan K3 belum mencapai hasil yang maksimal.
  • Adanya beberapa pedagang yang masih berjualan bukan pada tempat yang telah disediakan.
  • Masih banyak orang yang memarkir kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat disembarang tempat, dikarenakan lahan parkir yang ada masih belum memadai.
  • Pelaksanaan kebersihan belum dapat meliputi seluruh kawasan pelabuhan karena melihat areal Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan yang sangat luas dan baru mulai bulan Januari 2008 menggunakan tim kebersihan.
Solusi :
  • Menyediakan sarana atau prasarana agar dalam pelaksanaan K3 tersebut dapat berjalan lancar dan baik.
  • Memberikan tempat dan pengarahan serta pengawasan kepada para pedagang kaki lima yang masih berjualan bukan pada tempat yang telah disediakan.
  • Membuatkan tempat parkir dan rambu-rambu atau penunjuk jalan agar tertib dan teratur, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
  • Melakukan kerja bakti dilingkungan Pelabuhan secara rutin dan membangun tempat pembuangan sampah sementara.
  • Tenaga kebersihan menggunakan tim kebersihan yang diharapkan hasilnya lebih baik.
PPN TUAL

Permasalahan
  • Kawasan pelabuhan perikanan yang cukup luas khususnya areal pengembangan belum dilengkapi dengan lampu penerangan sehingga pemantauan keamanan pada malam hari kurang optimal;
  • Personil keamanan yang ada belum seluruhnya memperoleh kesempatan mengikuti diklat dasar-dasar pengamanan swakarsa dari instansi teknis pembina (POLRES Malra);
  • Masih terdapat Anak Buah Kapal(ABK) asing yang sering berkeliaran dan mangkal di kawasan pelabuhan sambil menunggu penyelesaian proses hukum terhadap kapal kapal perikanan masing-masing;
  • Kurangnya kesadaran para pengguna jasa /perwakilan perusahaan perikanan untuk memarkirkan kendaraanya dilokasi yang telah ditentukan dan cenderung berkeinginan memarkir kendaraanya langsung di dermaga;
  • Jumlah personil tenaga kebersihan masih sangat terbatas, khususnya petugas yang menangani areal kawasan industry;
  • Sarana/kendaraan pengangkut sampah belum dimiliki, sehingga pembuangan sampah belum dimiliki, sehingga pembuangan sampah khususnya dari areal dermaga sering mengalami kterlambatan;
  • Saluran air/drainase yang sudah dibangun beberapa tahun sebelumnya tidak memiliki elevasi kemiringan yang sesuai, sehingga air hujan maupun air/sisa limbah rumah tangga tidak dapat mengalir dengan sempurna melalui drainase yang sudah ada.

Solusi
  • Membekali petugas keamanan dengan senter pada malam hari;
  • Menijngkatkan koordinasi dengan polres Maluku Tenggara untuk mengikutsertakan petugas PPN Tual bila manan ada penyelenggaraan diklat dasar SATPAM;
  • Menerbitkan ABK tersebut dan memerintahkan untuk segera beristirahat dikapal masing-masing;
  • Membuat aturan dan tata tertib memasuki dermaga dan memerintahkan petugas untuk senantiasa pro aktif memberikan pemahaman bagi pengguna jasa pelabuhan;
  • Akan dilakukan penambhan tenaga kontrak khusus kebersihan dimasa yang akan datang, dan untuk membantu kebersihan, dilakukan kerja bakti masal pada hari-hari tertentu;
  • Mengusulkan alokasi anggaran tahun 2009 untuk pengadaan alat pengangkut sampah (kendaraan roda 3);
  • Menggali saluran drainase yang sudah ada dan membuat bak control (manhole) sehingga air buangan dapat terserap masuk kedalam tanah.


 PPN Pemangkat

Permasalahan
  • Luasnya area, memerlukan sarana penunjang
  • Jumlah personil pengamanan kurang .
  • Pencurian di kapal ikan.
  • Perbedaan kepentingan
  • Kurang kesadaran membayar pas masuk.
  • Posisi parker sering bergeser.
  • Sampah ikan/limbah perikanan yang lain mengotori TPI dan drainase
  • Rumput ilalang tinggi, pembabatan pohon liar yang sudah tinggi dan besar.

Solusi
  • Diperlukan kendaraan roda dua untuk operasional patroli.
  • Pengusulan penambahan personil keamanan.
  • Pelakunya tertangkap dan diserahkan ke polisi.
  • Mendamaikan
  • Mengingatkan membayar pas masuk.
  • Mengatur dan mengingatkan pengguna kendaraan untuk merapikan posisi parkir.
  • Kegiatan rutin tiap pagi pembersihan TPI.
  • Kegiatan rutin tiap pagi pembersihan ruangan kantor.
Kerja bakti dengan area kerja sesuai kebutuhan dan kondisi